mengeluarkan uang untuk

Mengeluarkan Uang untuk Harga Air Radiator Mobil Tidak Sia-sia

Memilih air radiator pada mesin mobil sangat penting diperhatikan demi menjaga suhu mesin mobilmu. Penggunaan air radiator mobil yang tidak tepat dapat mengakibatkan mesin mobilmu overheating saat melakukan proses pembakaran. Banyak orang yang kurang memperhatikan air radiator karena ingin berhemat sehingga mengabaikan performa mesin mobil untuk jangka waktu panjang. Bagi orang-orang yang alih-alih ingin lebih ekonomis, mereka memilih menggunakan air mineral sebagai ganti pendingin mesin mobil daripada radiator coolant khusus untuk radiator. Sebenarnya, apakah kinerja radiator coolant dengan air mineral sama saja? Jangan takut untuk mengeluarkan uang untuk membeli air radiator berkualitas.

  1. Pemindahan Panas 

Pada kenyataanya, kandungan senyawa yang ada di air mineral berbeda dengan kandungan senyawa yang ada dalam radiator coolant. Air pendingin radiator sendiri bekerja memindahkan panas. Cairan pendingin ini nantinya bisa menyerap panas lalu memindahkannya ke luar silinder. Cairan pendingin tersebut lantas bergerak ke tabung utama untuk didinginkan. Air mineral tidak bisa bekerja secara efektif seperti halnya radiator coolant. Menggunakan air mineral biasa dapat beresiko menimbulkan korosi pada bagian silinder mesin.Berbeda dengan air radiator mobil yang memang didesain khusus bisa menyerap panas secara optimal. Di bawah ini adalah perbedaan menggunakan air radiator coolant dengan air mineral biasa. 

  1. Pencegah Karat 

Penggunaan  radiator coolant juga dinilai lebih aman mencegah terjadinya proses pengkaratan karena radiator coolant memiliki senyawa pencegah karat. Radiator coolant juga mengandung senyawa propylene glycol yang berguna untuk mengatur titik didih serta titik beku cairan. Keberadaan senyawa ini bisa menjadikan titik didih cairan lebih tinggi sedangkan untuk titik bekunya menjadi lebih rendah dibandingkan dengan air mineral biasa. Kelebihan dari titik didih yang tinggi ini bisa menjadikan cairan menjadi lebih sulit menguap meskipun bersinggungan dengan suhu yang tinggi pada mesin kendaraan. Sebaliknya, jika menggunakan air mineral justru akan beresiko memunculkan karat. Hal ini disebabkan karena di dalam air mineral mengandung mineral yang bisa menimbulkan pengkaratan mesin.  

  1. Soal Ketahanan 

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa radiator pendingin dengan desain khusus yang memiliki titik didih sampai 10 derajat celcius daripada air mineral biasa. Adanya titik didih yang lebih tinggi tersebut, otomatis radiator coolant menjadi lebih tahan lama karena tidak cepat mendidih serta menguap saat terkena panas silinder mesin. Ketika cairan tersebut tidak cepat menguap, maka cairannya akan lebih tahan lama. Radiator coolant yang mengandung senyawa propylene glycol bisa bertahan sampai dua tahun dengan penggunaan sejauh 48.000 km. 

Cara Memilih Air Radiator Mobil yang Bagus 

Demi menjamin kualitas mesin mobil agar tetap baik, terdapat beberapa cara memilih air radiator mobil yang tepat. Pertama, pastikan air radiator yang kamu pilih mengandung senyawa propylene dengan kandungan konsentrat 20 sampai 50%.  

Kedua, kamu juga harus memastikan titik didih air radiator kamu tinggi supaya kinerja radiator coolant semakin maksimal. Ketiga, kamu harus memastikan bahwa radiator coolant tersebut mengandung glycol. Kemampuan glycol yang baik sebagai cairan pendingin yang berguna menaikkan titik didih sampai merendahkan nilai titik beku.   

Terakhir, memilih cairan air radiator yang tidak memiliki resiko meninggalkan endapan di saluran pendinginan. Jadi, untuk kamu yang tidak ingin mesin mobilmu rusak akibat salah menggunakan air radiator. Sebaiknya kamu memilih menggunakan radiator coolant dibandingkan dengan cairan lainnya seperti air mineral. Maka dari itu, gunakan radiator coolant sebagai air radiatormu. Jangan takut untuk mengeluarkan uang untuk membeli air radiator berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *